Langsung ke konten utama

Bilangan Kuantum




primaindisoft.com


1.             Pengertian Bilangan Kuantum
Bilangan kuantum adalah suatu harga yang menyatakan keadaan orbital suatu atom. Bilangan kuantum terdiri dari:
1) Bilangan kuantum utama (n), menyatakan tingkat energi/kulit atom.
2) Bilangan kuantum azimuth (l), menyatakan sub-kulit atom dan bentuk geometri orbital.
3) Bilangan kuantum magnetik (m), yaitu menyatakan banyak dan posisi/orientasi orbital.
4) Bilangan kuantum spin (s), menyatakan kedudukan elektron dalam suatu orbital.

2.             Bilangan Kuantum Utama (n)
Bilangan kuantum utama merupakan lintasan elektron yang dinyatakan oleh Bohr. Lintasan ini disebu kulit atom. Posisi elektron dalam kulit atom dapat ditentukan menggunakan bilangan kuantum utama. Selain menyatakan posisi elektron dalam kulit atom, bilangan kuantum utama dapat menjelaskan jarak rata-rata awan elektron dari inti atom serta menyatakan tingkat energi atom. Secara nyata, orbital dengan bilangan kuantum utama, berbeda, mempunyai tingkat energi berbeda. Semakin besar nilai n, tingkat energi atom semakin tinggi. (Wulandari, 2016)




3.             Bilangan Kuantum Azimut (ℓ)
Bilangan kuantum azimut berfungsi untuk menyatakan subkulit/subtingkat energi/ sublintasan dari elektron yang bergerak. Selain itu, bilangan kuantum azimut juga menentukan bentuk orbital. Setiap kulit atom terdiri atas satu atau beberapa jenis subkulit, yaitu:
-       Subkulit s, nilai ℓ = 0
-       Subkulit p, nilai ℓ = 1
-       Subkulit d, nilai ℓ = 2
-       Subkulit f, nilai ℓ = 3

Harga ℓ yang diizinkan di setiap kulitnya adalah:
                                           



Kulit-kulit atom dalam keadaan penuh terisi elektron beserta harga bilangan kuantum azimuth:




4.             Bilangan Kuantum Magnetik (m)
Daerah atau ruang di sekitar inti tempat peluang suatu elektron ditemukan disebut orbital. Bilangan kuantum yang menggambarkan kedudukan atau orientasi orbital disebut dengan bilangan kuantum magnetik. Bilangan kuatum magnetik memiliki nilai m = -ℓ sampai dengan +ℓ. Posisi/orientasi atau orbital adalah tempat dimana elektron bergerak di dalam atom, dan masing-masing orbital maksimal menampung sepasang elektron.  Sub-kulit atom dalam keadaan terisi penuh elektron beserta harga bilangan kuantum magnetik:





5.             Bilangan Kuantum Spin (s)
Bilangan kuantum spin menyatakan arah putar elektron terhadap sumbunya (berotasi) sewaktu elektron berputar mengelilingi inti atom. Bilangan kuantum spin dinotasikan dengan s. Arah rotasi elektron ada dua kemungkinan, yaitu berputar searah jarum jam dan berlawanan dengan jarum jam. Oleh karenanya, bilangan kuantum spin mempunyai dua harga yaitu +½ yang dinyatakan dengan tanda panah ke atas () dan -½ yang dinyatakan dengan tanda panah ke bawah ().
Maka dari itu, untuk setiap satu harga spin menyatakan sebuah elektron yang arah putarannya ditunjukkan oleh tanda aljabar +/- spin yang bersangkutan. Oleh karena itu ada dua harga spin maka setiap orbital atom juga hanya dapat diisi paling banyak dua elektron dengan arah spin berlawanan. (Wulandari, 2016)


6.             Bentuk Orbital
-       Bentuk orbital bergantung pada harga bilangan kuantum azimuth (l), dan setiap nilai l memiliki bentuk orbital berbeda.
-       Orbital atom adalah sebuah fungsi matematika yang menggambarkan perilaku elektron pada suatu atom sebagai partikel gelombang. Orbital atom mempunyai tiga buah sumbu, yaitu sumbu x, y dan z, dan kemungkinan terbesar ditemukannya elektron terdapat pada titik pertemuannya yang disebut daerah orbital.  

1)  Orbital s berbentuk satu buah balon atau satu bola. 


2)  Orbital p berbentuk satu buah balon yang dipilin atau dua bola. 


3) Orbital d berbentuk dua buah balon yang dipilin atau empat bola. 


4) Orbital f berbentuk empat buah balon yang dipilih atau delapan bola. 


7.             Diagram Orbital
-       Diagram orbital menggambarkan urutan konfigurasi elektron dalam setiap kulit atom. 
-       Konfigurasi elektron yang ditulis menggunakan bilangan kuantum harus memenuhi kaidah berikut:
a.      Azas Aufbau
    Pengisian elektron pada sub-kulit diisi dari tingkat energi yang lebih rendah ke tingkat energi yang lebih besar.
Aturan Pengisian sub-kulit:



Contoh:
-          8O  : 1s2 2s2 2p4
-          19K  : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1
-          26Fe  : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d8


b.      Aturan Hund
    Pengisian elektron pada orbital yang satu sub-kulit, mula-mula elektron mengisi satu di tiap orbital, baru kemudian berpasangan.
Contoh:




    Penyimpangan pengisian sub-kulit terjadi pada sub-kulit d, karena menginginkan kestabilan. Sub-kulit d stabil apabila terisi 5 atau 10 elektron, sehingga apabila terdapat 4 atau 9 elektron pada sub-kulit d, maka sub-kulit d akan ‘meminjam’ elektron dari sub-kulit s. Sub-kulit d juga mengalami penyimpangan pada unsur-unsur lantanida dan aktinida, dimana sebelum mengisi sub-kulit f, terdapat satu elektron yang mengisi sub-kulit d terlebih dahulu.

c.       Larangan Pauli
    Tidak ada elektron dengan keempat bilangan kuantum yang sama dalam satu atom.




    Penulisan konfigurasi elektron dapat dipersingkat dengan menggunakan notasi gas mulia.
Contoh: Unsur halogen dapat dipersingkat konfigurasi elektronnya dengan:
















Sumber:


Wulandari, T. E. (2016). KIMIA Kelas X Semester 1. Klaten: Intan Pariwara.
blog Quipper Video


Komentar

  1. Makasi kak ditunggu di postingan selanjutnya ya!

    BalasHapus
  2. Saye suke sangat baca blog awak. Bahase yang digunekan senang untuk dipahamkan.
    Salam saye dari Malaysia ❤️👋🇲🇾

    BalasHapus
  3. Suka dgn tampilannya. Gambar dan tabel sangat membantu. Nice!

    BalasHapus
  4. Kak ajarin dong biar blognya bisa rapi kyk kk. Ya kak plis. ;)

    BalasHapus
  5. Blog kakak keren kak, pokona mah mantulll lah

    BalasHapus
  6. Tampilan nya mantul, bermanfaat juga hehe

    BalasHapus

  7. alhmdllh uda bs berbagi ilmu moga manfaat dan jd amal jariyah

    BalasHapus
  8. Thanks, sangat membantu dan bermanfaat:)

    BalasHapus
  9. berkata semua teratasi
    kan terus sembunyi di balik senyum palsu

    BalasHapus
  10. Nice sangat membantu sekali. Ditunggu postingan berikutnya

    BalasHapus
  11. Nice..ditunggu postingan selanjutnyaa

    BalasHapus
  12. Sangat membantu dan sudah lengkap. Tampilan juga menarik hanya saja gambar yang disajikan masih kurang segi kualitas gambar. Terima Kasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi dan Atom

Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari bagaimana benda atau materi di alam raya dapat diubah dari bentuk yang ada dengan sifat-sifat tertentu menjadi bentuk-bentuk lain dengan sifat-sifat yang berbeda.   (H.Petrucci, 1985) A.          Materi 1.              Pengertian dan sifat materi Materi adalah setiap objek atau bahan yang membutuhkan ruang, yang jumlahnya diukur oleh suatu sifat yang disebut massa. Semua benda (besar atau kecil) terbentuk dari materi. Materi terbagi menjadi dua kategori: fisis dan kimiawi. Sifat-sifat dan perubahan fisis. Warna, kilap, dan kekerasan adalah beberapa sifat fisis yang dapat digunakan untuk menerangkan penampilan sebuah objek. Suatu proses perubahan penampilan dari suatu objek dengan identitas dasar tak berubah, disebut perubahan fisis . Sifat-sifat dan perubahan kimiawi . Perubahan kertas, pengkaratan besi, dan pembungkusan ...

Asam dan Basa

Teori Asam Basa 1.              Teori Asam Basa Arrhenius Mencetuskan tentang senyawa yang terpisah atau terurai menjadi bagian ion-ion dalam larutan. Arrhenius juga menjelaskan bagaimana kekuatan asam dalam larutan aqua (air) bergantung pada konsentrasi ion-ion hidgrogen di dalamnya. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang bila dilarutkan dalam air akan melepaskan ion H⁺. Asam dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah ion H⁺ yang terionisasi dalam air, rumus dan kekuatan asamnya. a.               Jumlah ion H⁺ yang terionisasi 1)       Asam monoprotik, yaitu asam yang melepaskan satu ion H⁺ dalam pelarut air. Contoh:   HCl → H⁺ + Cl⁻ 2)       Asam diprotik, yaitu asam yang melepaskan dua ion H⁺ dalam pelarut air. Contoh:   H₂SO₄ → 2H⁺ + SO₄²⁻ 3)       Asam trip...

IKATAN DAN UNSUR

Klasifikasi Ikatan Ikatan adalah suatu yang dihubungkan oleh pasangan elektron untuk mengikat atom A dan atom B (A-B atau A:B). Ikatan yang menggunakan pasangan elektron untuk mengikat atom A dan B disebut ikatan kovalen, dan ditulis sebagai A-B atau A:B.   Karena ada dua pasang elektron yang terlibat dalam ikatan ganda dan tiga pasang di ikatan rangkap tiga; ikatan-katan itu ditandai berturut-turut dengan A=B, A≡B atau A::B, A:::B.   Ikatan kovalen sangat sederhana, namun merupakan konsep yang sangat bermanfaat. Konsep ini diusulkan oleh G. N. Lewis di awal abad 20 dan representasinya disebut struktur Lewis.   Pasangan elektron yang tidak digunakan bersama disebut pasangan elektron bebas, dan disimbolkan dengan pasangan titik, seperti A:. Ikatan elektrostatik antara kation (ion positif) dan anion (ion negatif), seperti dalam natrium khlorida, NaCl, disebut dengan ikatan ionik.   Karena muatan elektrik total senyawa harus nol, muatan listrik kation dan an...