Klasifikasi
Ikatan
Ikatan
adalah suatu yang dihubungkan oleh pasangan elektron untuk
mengikat atom A dan atom B (A-B atau A:B). Ikatan yang menggunakan pasangan
elektron untuk mengikat atom A dan B disebut ikatan kovalen, dan ditulis sebagai
A-B atau A:B. Karena ada dua pasang
elektron yang terlibat dalam ikatan ganda dan tiga pasang di ikatan rangkap
tiga; ikatan-katan itu ditandai berturut-turut dengan A=B, A≡B atau A::B,
A:::B. Ikatan kovalen sangat sederhana,
namun merupakan konsep yang sangat bermanfaat. Konsep ini diusulkan oleh G. N.
Lewis di awal abad 20 dan representasinya disebut struktur Lewis. Pasangan elektron yang tidak digunakan
bersama disebut pasangan elektron bebas, dan disimbolkan dengan pasangan titik,
seperti A:.
Ikatan
elektrostatik antara kation (ion positif) dan anion
(ion negatif), seperti dalam natrium khlorida, NaCl, disebut dengan ikatan
ionik. Karena muatan elektrik total
senyawa harus nol, muatan listrik kation dan anion harus sama. Ada sumbangan parsial ikatan kovalen bahkan
dalam senyawa ionik, dan ion-ionnya tidak harus terikat satu sama lain melalui
interaksi elektrostatik saja.
Faktor
Geometri
Jari-jari dan kekuatan
menarik elektron atom atau ion menentukan ikatan, struktur, dan reaksi zat
elementer dan senyawa.
a. Jari-jari
atom
b. Entalpi
kisi
c. Tetapan
madelung
d. Struktur
kristal logam
e. Kristal
ionik
f. Aturan
jari-jari
g. Variasi
ungkapan struktur padatan
1)
Jari-Jari Atom
Jari-jari atom secara eksperimen
merupakan separuh jarak antar inti atom.
Jari-jari kovalen secara eksperimen
mendefinisikan separuh jarak atom logam antara dua atom yanng sama terkat
secara bersama oleh ikatan kovalen.
Jari-jari ionik berkaitan dengan jarak
antara 2 inti yang terhubung oleh ikatan elektrostatik antara kation dan anion
masing masing unsur.
2)
Entalpi Kisi
Walaupun kestabilan
kristal dalam suhu dan tekanan tetap bergantung pada perubahan energi bebas
Gibbs pembentukan kristal dari ion-ion penyusunnya, kestabilan suatu kristal
ditentukan sebagian besar oleh perubahan entalpinya saja. Hal ini
disebabkan oleh sangat eksotermnya pembentukan kisi, dan suku entropinya
sangat kecil. Entalpi kisi, ∆HL,
didefinisikan sebagai perubahan entalpi standar reaksi dekomposisi kristal
ionik menjadi ion-ion gasnya (s adalah solid, g adalah gas and L adalah kisi
(lattice)).
MX(s)
→ M+(g) + X- (g) ∆HL
Entalpi kisi secara
tidak langsung dihitung dari nilai perubahan entalpi dalam tiap tahap
menggunakan siklus Born-Haber . Yakni,
suatu siklus yang dibentuk dengan menggunakan data entalpi; entalpi pembentukan
standar kristal ion dari unsur-unsurnya, ∆Hf, entalpi sublimasi padatan
elementernya, entalpi atomisasi yang berhubungan dengan entalpi disosiasi
molekul elementer gasnya, ∆Hatom, entalpi ionisasi yakni jumlah entalpi
ionisasi pembentukan kation dan entalpi penangkapan elektron dalam pembentukan
anion, ∆Ηion. Entalpi kisi dihitung
dengan menggunakan hubungan:
3)
Tetapan Madelung
Energi potensial
coulomb total antara ion dalam senyawa ionik yang terdiri atas ion A dan ion B
adalah penjumlahan energi potensial couloumb total antar ion dihitung dengan
menetukan jarak antar ion d. A adalah
tetapan madelung yang khas untuk tiap kristal.
Interaksi elektrostatik
antara ion-ion yang bersentuhan merupakan yang terkuat dan tetapan madelung
juga akan meningkat dengan semakin besarnya bilangan koordinasi.
4)
Struktur Kristal Logam
Bila kita bayangkan
atom logam sebagai bola keras, bila disusun terjejal di bidang setiap bola akan
bersentuhan dengan enam bola lain (A).
Bila lapisan lain susunan 2 dimensi ini diletakkan di atas lapisan
pertama, pengepakan akan paling rapat dan strukturnya akan paling stabil secara
energetik bila atom-atom logamnya diletakkan di atas lubang (B) lapisan
pertama. Bila lapisan ke-3 diletakkan di
atas lapisan ke-2, ada dua kemungkinan.
Yakni, lapisan ke-3 (A) berimpit dengan lapisan pertama (A) atau lapisan
ke-3 (C) tidak berimpit baik dengan (A) atau (B). Pengepakan jenis ABAB...- disebut heksagonal
terjejal (hexagonally close-packed (hcp)) dan jenis ABCABC...-disebut kubus
terjejal (cubic close-packed (ccp)).
Dalam kedua kasus, setiap bola dikelilingi oleh 12 bola lain, dengan
kata lain berbilangan koordinasi 12.
Polihedral yang dibentuk dalam hcp adalah anti-kubooktahedral, dan dalam ccp adalah kubooktahedral.
Bila kisinya diiris di
bidang yang berbeda, sel satuan ccp nampak berupa kisi kubus berpusat muka
(face-centered cubic (fcc)), mengandung bola di setiap sudut kubus dan satu di
pusat setiap muka. Sel satuan hcp adalah
prisma rombohedral yang mengandung dua bola.
Ada beberapa modus penyusunan lapisan yang berbeda dari hcp dan ccp
normal, dan banyak contoh yang diamati.
Kisi dengan bola lain
di pusat kisi kubus terdiri dari delapan bola adalah kisi kubus berpusat badan
(body centered cubic lattice (bcc)), dan beberapa logam mengadopsi struktur
ini. Rasio ruang yang terisi dalam kisi
bcc lebih kecil dibandinkan rasio dalam susunan terjejal, namun selisihnya
tidak banyak. Walaupun bola pusatnya
secara formal berkoordinasi 8, pada dasarnya koordinasinya 14 karena ada 6 bola
yang jaraknya hanya 15.5% lebih panjang dari 8 bola terdekat pertama. Namun, karena rasio ruang terisinya lebih
kecil, struktur bcc sangat jarang muncul.
Logam murni cenderung mengadopsi hcp atau ccp.
Dalam hcp dan ccp,
terdapat lubang di antara bola-bola; yang dapat berupa lubang Oh yang
dikelilingi oleh 6 bola atau lubang Td
yang dikelilingi oleh 4 bola. (Oh
dan Td adalah simbol simetri yang digunakan dalam teori grup). Dalam padatan ionik, bila anion dalam susunan
hcp atau ccp, kation masuk di lubang-lubang ini.
5)
Kristal Ionik
Dalam kristal ionik,
seperti logam halida, oksida, dan sulfida, kation dan anion disusun bergantian,
dan padatannya diikat oleh ikatan elektrostatik. Banyak logam halida melarut dalam pelarut
polar misalnya NaCl melarut dalam air, sementara logam oksida dan sulfida, yang
mengandung kontribusi ikatan kovalen yang signifikan, biasanya tidak larut
bahkan di pelarut yang paling polar sekalipun.
Struktur dasar kristal ion adalah ion yang lebih besar (biasanya anion)
membentuk susunan terjejal dan ion yang lebih kecil (biasanya kation) masuk
kedalam lubang oktahedral atau tetrahedral di antara anion. Kristal ionik diklasifikasikan kedalam
beberapa tipe struktur berdasarkan jenis kation dan anion yang terlibat dan
jari-jari ionnya. Setiap tipe struktur
disebut dengan nama senyawa khasnya.
6)
Aturan Jari-Jari
Anion membentuk
koordinasi polihedra disekeliling kation. Jarijari rX adalah separuh sisi
polihedral dan jarak kation di pusat polihedral ke sudut polihedral merupakan
jumlah jarijari kation dan anion rX + rM
Jarak dari pusat ke
sudut polihedral : √3rX , √2rX,
½ √6rX
7)
Variasi Ungkapan Struktur Padatan
Banyak padatan
anorganik memiliki struktur 3-dimensi yang rumit. Ilustrasi yang berbeda dari senyawa yang sama
akan membantu kita memahami struktur tersebut.
Dalam hal senyawa anorganik yang rumit, menggambarkan ikatan antar atom,
seperti yang digunakan dalam senyawa organik biasanya menyebabkan kebingungan. Anion dalam kebanyakan oksida, sulfida atau
halida logam membentuk tetrahedral atau oktahedral di sekeliling kation
logam. Walaupun tidak terdapat ikatan
antar anion, strukturnya akan disederhanakan bila struktur diilustrasikan
dengan polihedra anion yang menggunakan bersama sudut, sisi atau muka. Dalam ilustrasi semacam ini, atom logam
biasanya diabaikan. Seperti telah
disebutkan struktur ionik dapat dianggap sebagai susunan terjejal anion.
Faktor
Elektronik
Ikatan
dan struktur senyawa ditentukan oleh sifat elektronik seperti kekuatan
atom-atom penyusun dalam menarik dan menolak elektron, orbital molekul yang
diisi eletron valensi, dsb. Susunan
geometris atom juga dipengaruhi oleh interaksi elektronik antar elektron non
ikatan.
a.
Muatan Inti Efektif
b.
Energi ionisasi
c.
Afinitas elektron
d.
Ke-elektronegatifan
e.
Orbital molekul
1)
Muatan Inti Efektif
Karena muatan positif
inti biasanya sedikit banyak dilawan oleh muatan negatif elektron dalam (di
bawah elektron valensi), muatan inti yang dirasakan oleh elektron valensi suatu
atom dengan nomor atom Z akan lebih kecil dari muatan inti, Ze. Penurunan ini diungkapkan dengan konstanta
perisai σ, dan muatan inti netto disebut dengan muatan inti efektif, Zeff.
Zeff = Z – σ
Muatan inti efektif bervariasi mengikuti
variasi orbital dan jarak dari inti.
2)
Energi Ionisasi
Energi Ionisasi adalah
energi minimum yang diperlukan untuk mengeluarkan elektron dari atom dalam fase
gas (g).
A(g) → A+ (g) + e (g)
Energi ionisasi (Ei) diungkapkan dalam satuan elektron volt
(eV) = 96.49 kJmol-1 Energi ionisasi
pertama yang mengeluarkan elektron terluar merupakan energi paling rendah, dan energi
ionisasi ke 2 dan ke 3,yang mengionisasi lebih lanjut kation dan meningkat
dengan cepat.
Pers. Ei1 < Ei2 <
Ei3
Entalpi Ionisasi yakni
perubahan entalpi standar proses ionisasi dan digunakan dalam perhitungan
temodinamika.
3)
Grafik Energi Ionisasi
Atom Ei Besar = Periode kecil,
golongannya besar
Atom Ei Kecil= Periode besar,
golongannya kecil
4)
Afinitas Elektron
Afinitas elektron
adalah negatif entalpi penangkapan elektron oleh atom dalam fasa gas,
sebagaimana ditunjukkan dalam persamaan berikut dan dilambangkan dengan
A ( = -∆Heg )
A(g) + e → A-(g)
Afinitas elektron dapat
dianggap entalpi ionisasi anion. Karena
atom halogen mencapai konfigurasi elektron gas mulia bila satu elektron
ditambahkan, afinitas elektron halogen bernilai besar.
5)
Ke-elektronegatifan
Ke-elektronegativan
adalah salah satu parameter atom paling fundamental yang mengungkapkan secara
numerik kecenderungan atom untuk menarik elektron dalam molekul. Kelektronegativan sangat bermanfaat untuk
menjelaskan perbedaan dalam ikatan, struktur dan reaksi dari sudut pandang
sifat atom.
a. L.
Pauling
Skala Pauling,
dikenalkan pertama sekali tahun 1932, masih merupakan skala yang paling sering
digunakan, dan nilai-nilai yang didapatkan dengan cara lain dijustifikasi bila
nilainya dekat dengan skala Pauling. L.
Pauling mendefinisikan ke-elektrogenativan sebagai besaran kuantitatif karakter
ionik ikatan. Awalnya persamaan berikut
diusulkan untuk mendefinisikan karakter ionik ikatan antara A dan B.
D adalah energi ikatan
kovalen. Namun, kemudian diamati ∆ tidak
selalu positif, dan Pauling memodifikasi definisinya dengan:
dan meredefinisikan
karakter ionik ikatan A-B. Lebih lanjut,
ke-elektronegativan χ didefinisikan dengan cara agar perbedaan ke-elektronegativam
atom A dan B sebanding dengan akar kuadrat karakter ion.
b. A.
L. Allred dan E. G. Rochow
A. L. Allred dan E. G.
Rochow mendefinisikan ke-elektronegativan sebagai medan listrik di permukaan
atom Zeff /r2 . Mereka menambahkan
konstanta untuk membuat keelektronegativan mereka χAR sedekat mungkin dengan
nilai Pauling dengan menggunakan r adalah jari-jari ikatan kovalen atom.
c. R.
Mulliken
R. Mulliken
mendefinisikan ke-elektronegativan χM sebagai rata-rata energi ionisasi I dan
afinitas elektron A sebagai berikut.
Karena energi ionisasi
adalah energi eksitasi elektronik dari HOMO dan afinitas elektron adalah energi
penambahan elektron ke LUMO, dalam definisi ini keelektronegativan dapat juga
disebut rata-rata tingkat energi HOMO dan LUMO.
Unsur-unsur yang sukar diionisasi dan mudah menarik elektron memiliki
nilai ke-elektronegativan yang besar.
Walaupun ke-elektronegativan didefinisikan dengan keadaan valensi dalam
molekul dan memiliki dimensi energi, hasil yang diperoleh dianggap bilangan tak
berdimensi.
6)
Orbital Molekul
Fungsi
gelombang elektron dalam suatu atom disebut orbital atom. Karena kebolehjadian menemukan elektron dalam
orbital molekul sebanding dengan kuadrat fungsi gelombang, peta elektron nampak
seperti fungsi gelombang. Suatu fungsi
gelombang mempunyai daerah beramplitudo positif dan negatif yang disebut cuping
(lobes). Tumpang tindih cuping positif
dengan positif atau negatif dengan negatif dalam molekul akan memperkuat satu
sama lain membentuk ikatan, tetapi cuping positif dengan negatif akan
meniadakan satu sama lain tidak membentuk ikatan. Besarnya efek interferensi ini mempengaruhi
besarnya integral tumpang tindih dalam kimia kuantum.
Dalam
pembentukan molekul, orbital atom bertumpang tindih menghasilkan orbital
molekul yakni fungsi gelombang elektron dalam molekul. Jumlah orbital molekul adalah jumlah atom dan
orbital molekul ini diklasifikasikan menjadi orbital molekul ikatan,
non-ikatan, atau antiikatan sesuai dengan besarnya partisipasi orbital itu
dalam ikatan antar atom. Kondisi
pembentukan orbital molekul ikatan adalah sebagai berikut.
Syarat
pembentukan orbital molekul ikatan:
1. Cuping
orbital atom penyusunnya cocok untuk tumpang tindih.
2. Tanda
positif atau negatif cuping yang bertumpang tindih sama.
3. Tingkat
energi orbital-orbital atomnya dekat.


















Mantap KK warbiyasaah
BalasHapusGood
BalasHapusSangat bagus dan bermanfaat
BalasHapusMantap kak
BalasHapuspembahasannya bagus :)
BalasHapusThanks, sangat membantu dan bermanfaat:)
BalasHapusSangat bermanfaat. Terimakasih
BalasHapusMantapppp
BalasHapusSangat bermanfaat. terima kasih :)
BalasHapusBagus kak
BalasHapusmudah dipahami
BalasHapusNice blognyaaa
BalasHapusbagus
BalasHapusMakasih kak sangat bermanfaat!
BalasHapus